5 Teknik Terapi yang Dapat Membantu Menyelamatkan Hubungan

Terapi

Meningkatkan komunikasi antara pasangan adalah salah satu cara paling efektif untuk membantu menyelamatkan hubungan.

Konflik antara pasangan merupakan hal yang umum, karena tidak ada dua orang yang memiliki proses berpikir dan pandangan dunia yang sama. Oleh karena itu, mempelajari cara menghadapi konflik menjadi penting, dan di sinilah konseling pasangan berperan. Husain Minawala, pendiri Beyond Thoughts, konselor, konsultan Vastu, dan pakar geometri suci, mengatakan, “Seorang konselor dapat membantu menganalisis pola perilaku pasangan dan mengidentifikasi pola yang menyebabkan konflik. Konseling membantu pasangan untuk bersatu dan benar-benar fokus pada diri mereka sendiri.”

Pasangan menghadapi berbagai tantangan dan masalah dalam hubungan mereka. Husain berpendapat bahwa mengomunikasikan masalah dengan pasangan secara efektif merupakan inti dari hubungan yang sehat. “Komunikasi yang efektif berarti pemahaman yang lebih baik di antara pasangan. Jika terjadi kurangnya komunikasi di antara pasangan, konselor akan bertindak sebagai mediator dan memfasilitasi komunikasi yang sehat dan efektif. Melalui terapi, pasangan dapat mulai meningkatkan komunikasi dengan menghilangkan kebiasaan seperti terus-menerus menyela pasangan atau berbicara terlalu banyak dan tidak membiarkan pasangan menanggapi. Konseling pasangan dapat membantu pasangan mengatasi dan menghadapi masalah yang mendasarinya,” tambahnya.

Kedua pasangan harus bersedia menjalani konseling pasangan jika mereka ingin mengatasi dan menghadapi masalah mereka. Ada berbagai pendekatan untuk terapi pasangan, dan memilih pendekatan yang tepat bergantung pada tujuan pasangan untuk hubungan mereka. Husain memberikan pengantar tentang berbagai bentuk terapi untuk memandu Anda.

Metode Gottman

Metode terapi ini menangani dampak negatif dalam hubungan. “Mendekati pasangan dengan orientasi positif dapat menghasilkan stabilitas dan empati yang lebih besar selama pertengkaran dan situasi yang menjengkelkan,” kata Husain. Metode Gottman dapat digunakan untuk pasangan yang menghadapi tantangan di semua fase hubungan, dan juga dapat digunakan untuk masalah khusus yang terkait dengan uang, pengasuhan anak, seks, dan perselingkuhan. Metode ini membantu pasangan membangun perangkat untuk mengatasi konflik secara efektif, terbukti efektif untuk hubungan sesama jenis, pasangan dengan ras, etnis, status ekonomi, atau agama yang berbeda.

Terapi Naratif

Metode ini dapat membantu pasangan yang merasa hubungan mereka gagal karena kesalahan mereka berdua. “Praktik terapi naratif berfokus pada orang-orang yang menggambarkan masalah mereka dalam bentuk naratif dan menulis ulang cerita mereka. Dengan melakukan ini, pasangan memperoleh perspektif baru tentang situasi tersebut. Hal ini memungkinkan Anda untuk menjelajahi masa lalu untuk mengungkap hal-hal negatif yang jika tidak demikian tetap tersembunyi. Seiring berjalannya waktu, dengan penggunaan terapi naratif, kedua pasangan mampu memahami diri mereka sendiri dengan lebih baik dan terpisah dari masalah mereka serta mengenali bagaimana bahasa cerita mereka membentuk kehidupan dan identitas mereka,” jelas Husain.

Terapi Berfokus Emosi (EFT)

Terapi ini membantu pasangan yang ingin memperdalam keintiman dan meningkatkan kualitas interaksi mereka. Husain berkata, “Kesusahan muncul saat ketakutan akan ditinggalkan muncul. EFT membantu pasangan memahami kebutuhan dan rasa tidak aman satu sama lain, sehingga mereka dapat belajar untuk menanggapi satu sama lain dengan cara yang lebih empatik dan terhubung secara emosional.” Saat pasangan belajar menanggapi dengan cara ini, mereka mengembangkan keterikatan yang lebih aman. EFT dapat membantu pasangan memahami respons emosional mereka sendiri serta respons emosional pasangan mereka. Tujuan EFT adalah untuk membantu pasangan meningkatkan keterikatan dan koneksi yang aman dalam hubungan mereka.

Mendengarkan Reflektif

“Keluhan yang paling umum datang dari pasangan adalah bahwa pasangan mereka tidak mendengarkan mereka. Masalah ini terpecahkan ketika pasangan lain menjadi pendengar yang lebih baik dengan cara yang jelas bagi orang lain, menggunakan teknik yang disebut Reflective Listening,” kata Husain. Strategi komunikasi ini melibatkan dua langkah: berusaha memahami apa yang dikatakan seseorang, dan mengulanginya kembali kepada pembicara untuk memastikan bahwa konten telah dipahami dengan benar. Reflective listening memberi tahu pasangan Anda bahwa Anda benar-benar berusaha memahami apa yang mereka katakan dan benar-benar tertarik untuk mengetahui apa yang mereka katakan.

Terapi Hubungan Imago

Terapi ini memandang masalah pasangan sebagai akibat dari kebutuhan masa kecil yang tidak terpenuhi dan luka yang belum sembuh yang kemudian menjadi kepekaan mereka dan menyebabkan konflik atau rasa sakit dalam hubungan. “Imago berkonsentrasi pada hubungan antara pengalaman masa kecil dan hubungan saat dewasa. Tujuan terapi ini adalah untuk membawa gambaran-gambaran ini ke dalam kesadaran sehingga Anda dapat mengidentifikasi pikiran, perasaan, dan perilaku negatif untuk membantu Anda memahami pengalaman masa kecil yang memengaruhi cara Anda berperilaku terhadap pasangan,” ungkap Husain.

Post Comment