Cara Mengekspresikan Perasaan Anda

perasaan
Jauh lebih mudah untuk berbagi pikiran, informasi intelektual di otak Anda, daripada perasaan Anda. Baik wanita maupun pria dapat mengalami kesulitan dalam mengekspresikan perasaan, meskipun pasangan pria tampaknya mengalami kesulitan yang lebih besar dalam berkomunikasi dari hati ke hati. Berbagi kedalaman perasaan Anda di hati membutuhkan risiko emosional dan keberanian, karena hal itu dapat membuat Anda merasa terekspos dan rentan. Namun, mengetahui cara mengekspresikan perasaan Anda juga merupakan hal yang akan menciptakan kedekatan dan hubungan dalam hubungan Anda. Anda dapat mencapai keintiman yang lebih dalam dengan berbagi apa yang ada di hati Anda dengan pasangan Anda. Cobalah kiat-kiat ini untuk membantu Anda merasa lebih nyaman dan siap mengungkapkan perasaan dengan pasangan Anda. Terima Perasaanmu Penerimaan emosional berarti membiarkan perasaan Anda hadir tanpa menghakimi atau menyangkalnya. Jika Anda menolak atau menahan apa yang Anda rasakan, kemungkinan besar perasaan Anda akan semakin memburuk. Menghakimi, menyangkal, atau menolak emosi dapat berbahaya karena sering kali mengakibatkan perilaku penanganan yang tidak sehat. Hal ini dapat menyebabkan konflik dan ketegangan yang merusak hubungan dan keintiman Anda. Misalnya, hanya karena Anda marah, Anda tidak berhak untuk bersikap kasar. Mengelola perasaan negatif berarti menerimanya tanpa membiarkannya menguasai kita. Jelaskan Perasaanmu Mampu mengidentifikasi emosi Anda merupakan bagian penting dalam mengetahui cara membicarakan perasaan Anda. Jelaskan perasaan tersebut dengan mengatakannya atau menuliskannya. Pikirkan tentang cara membantu pasangan Anda berempati atau membantu mereka memahami bagaimana rasanya berada di posisi Anda. Jika Anda kesulitan menemukan kata-kata yang tepat, ingatlah bahwa sebagian besar perasaan dapat diringkas dalam satu kata, termasuk:
  • Marah
  • Terserang
  • Malu
  • Senang
  • Terluka
  • Sedih
  • Takut
Praktik Salah satu strategi yang dapat membantu adalah meluangkan lebih banyak waktu untuk membicarakan emosi secara umum sebagai bagian dari percakapan sehari-hari Anda. Tanyakan kepada pasangan Anda tentang perasaannya , lalu bagikan keadaan emosi Anda sendiri. Jika Anda tidak terbiasa mengungkapkan perasaan, hal ini mungkin awalnya terasa canggung. Berlatih dalam langkah-langkah kecil akan membuatnya lebih mudah. Misalnya, mulailah dengan mengatakan, “Saya merasa marah” atau “Saya merasa sedih.” Memahami Perasaan vs. Pikiran vs. Suasana Hati Penting untuk tidak mencampuradukkan perasaan dengan suasana hati atau pikiran Anda. Perasaan datang dan pergi serta berubah dengan cepat, sedangkan “suasana hati” adalah periode berkelanjutan dari keadaan emosional. Perasaan menyampaikan emosi kita (dan dikatakan berasal “dari hati”), sementara pikiran muncul di otak kita dan menyampaikan pikiran dan keyakinan kita. Perasaan juga bisa berupa sensasi fisik. Misalnya, “Saya merasa sakit hati” benar karena Anda tidak akan mengatakan “Saya pikir sakit hati,” bukan? Sedangkan pernyataan seperti “Saya merasa dia menyebalkan” tidak benar. Anda “berpikir” dia menyebalkan. Hindari Penghakiman Cobalah untuk tidak menghakimi perasaan Anda sendiri atau perasaan pasangan Anda. Jika Anda ingin pasangan Anda terus berbagi pada tingkat yang lebih dalam, penting untuk tidak merasa kesal atau defensif tentang perasaan yang diungkapkan kepada Anda. Demikian pula, menolak suatu perasaan berarti menolak orang yang merasakannya. Jangan mengatakan hal-hal seperti “Jangan khawatir, berbahagialah” atau “Kamu seharusnya tidak merasa seperti itu.” Melakukan hal itu akan membatalkan perasaan orang lain. Mengungkapkan secara verbal Ungkapkan perasaan Anda secara langsung kepada pasangan. Pasangan Anda tidak dapat membaca pikiran Anda. Meskipun mereka dapat merasakan getaran hati Anda, mereka tidak dapat mengetahui apa yang ada dalam pikiran Anda kecuali Anda memberi tahu mereka. Saat mengungkapkan perasaan Anda, penting juga untuk mengungkapkan perasaan terdalam Anda, bukan sekadar perasaan yang tampak. Anda mungkin mengekspresikan kemarahan tetapi di balik itu Anda merasa sakit hati atau malu. Hal ini jauh lebih penting untuk diungkapkan kepada pasangan Anda secara langsung untuk mengembangkan kedekatan dan keintiman. Bagikan Setiap Hari Anda tidak harus melakukan percakapan yang mendalam dan serius tentang hubungan Anda setiap hari, tetapi Anda harus berbagi perasaan Anda (bukan hanya pikiran Anda) tentang apa yang terjadi pada Anda sehari-hari. Mengatakan bahwa Anda “terlambat menghadiri rapat” hanya memberikan informasi dasar. Namun, mengatakan bahwa Anda “merasa malu karena terlambat menghadiri rapat” membantu Anda terhubung dengan orang yang Anda ajak bicara. Saat Anda membuat keputusan , perasaan akan menjadi bagian dari prosesnya, tetapi Anda juga harus berpikir logis dan rasional. Sepatah Kata Dari Verywell Agar berhasil dalam berbagi perasaan, Anda harus terbuka, jujur, bersedia meluangkan waktu untuk satu sama lain, dan mau mendengarkan pembicaraan ini. 7 Ini harus menjadi proses yang saling berbalas. Anda berdua harus berbagi pada tingkat yang intim satu sama lain; tidak bisa hanya salah satu dari Anda. Jika Anda kesulitan mengekspresikan perasaan, pertimbangkan konseling pasangan (baik bersama-sama atau sendiri) untuk lebih memahami apa yang menghalangi Anda mengambil risiko emosional dan berbicara dari hati ke hati secara teratur dengan pasangan Anda.

Post Comment