10 Tanda Represi Seksual yang Mempengaruhi Kehidupan Seks Anda
Dapatkah Anda mengingat saat terakhir kali Anda merasakan gairah dan hasrat seksual yang begitu kuat? Jika jawaban Anda adalah “Saya tidak ingat” atau “Tidak pernah”, Anda mungkin mengalami represi seksual.
Dalam masyarakat modern, ini bukanlah jawaban yang tidak umum. Sigmund Freud mengidentifikasi akar dari banyak masalah dalam masyarakat Barat sebagai represi seksual. Ide-idenya tidak luput dari kritik, tetapi represi seksual adalah topik yang banyak dialami orang.
Apa itu represi seksual?
Pengganti untuk represi seksual bisa berbeda-beda, bergantung pada budayanya, tetapi fenomena ini terkait dengan ketidakmampuan untuk mengekspresikan seksualitas sendiri dengan cara yang memuaskan.
Gejala represi seksual yang biasanya terjadi meliputi penurunan nafsu seksual, kelesuan, iritasi, dan ketidakbahagiaan karena dorongan seksual yang ditekan. Selain yang disebutkan di atas, perasaan bersalah dan malu juga biasanya muncul.
Dengan asumsi seseorang mengalami represi seksual, sebagian besar gejala yang disebutkan di sini akan terus berlanjut terlepas dari pasangannya. Ini adalah hubungan dengan kepuasan seksual yang dikembangkan seseorang sepanjang hidupnya dan biasanya dialami dalam semua hubungan intim. Tentu saja, sampai siklusnya dibalik.
Cara kita dibesarkan dan dikondisikan oleh orang-orang terdekat dan masyarakat memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan represi seksual .
Bahkan saat kita masih anak-anak, kita diajarkan apa yang “benar” dan apa yang “salah”, melalui isyarat verbal dan pemodelan perilaku.
Misalnya, Anda mungkin mengaitkan rasa malu dengan seks saat adegan erotis muncul di TV karena menyadari betapa tidak nyamannya orang tua Anda. Dalam beberapa kasus, hal itu bisa jadi merupakan akibat dari pelecehan seksual atau pengalaman seksual yang tidak menyenangkan dan kasar.
Penyebab represi seksual
Represi seksual merupakan masalah sosial yang melanda banyak masyarakat. Represi seksual didefinisikan sebagai penghindaran pikiran, perasaan, dan aktivitas seksual. Berikut ini adalah beberapa alasan utama terjadinya represi seksual:
- Pandangan masyarakat yang tidak menguntungkan terhadap seks (seperti peran gender dan stereotip)
- Pendidikan seks yang tidak memadai
- Norma keluarga dan budaya yang melarang atau menghambat aktivitas seksual
- Stres dan kecemasan atas potensi konsekuensi dari terlibat dalam perilaku seksual



Post Comment