5 kebiasaan yang bisa mengusir pasangan Anda
Kebiasaan-kebiasaan itu mungkin tampak sepele, tetapi dapat berdampak besar pada hubungan Anda. Anda mungkin tidak menyadari bahwa selama kurun waktu tertentu Anda telah berhasil menciptakan keretakan antara Anda dan pasangan, dan mungkin tampak aneh jika ia tampak sedikit ‘aneh’, tetapi periksa apakah Anda bersalah atas kebiasaan-kebiasaan ini. Awalnya, kebiasaan-kebiasaan itu tampak normal, tetapi sebenarnya dapat menimbulkan masalah.
Terus menerus memberikan instruksi
Tidak ada yang suka diberi tahu cara melakukan sesuatu sepanjang waktu. Baik itu saat mengemudi di belakang kemudi atau memberikan komentar tentang cara menangani suatu situasi bahkan sebelum orang tersebut sempat berpikir sendiri. Pasangan Anda bukanlah anak kecil yang perlu diawasi sepanjang waktu, jadi jangan perlakukan dia seperti anak kecil. Bahkan jika Anda pikir cara Anda lebih baik (semua orang berpikir begitu!) biarkan saja dia melakukannya dengan caranya sendiri.
Terus menerus memotongnya
Komunikasi adalah jalan dua arah di mana kedua pasangan harus memiliki kesempatan yang sama untuk berbicara satu sama lain tentang topik yang sedang dibahas. Jika Anda terus-menerus memotong pembicaraannya saat dia berbicara karena Anda teralihkan oleh sesuatu yang Anda lihat atau ingat, atau Anda memiliki cerita serupa untuk diceritakan, hal itu dapat menjadi hal yang sangat mengganggu.
Mengkritik secara berlebihan
Siapa yang suka dimarahi berulang-ulang? Anda merasa benar, jadi Anda mengatakan apa yang Anda rasakan dengan jujur, tetapi pernahkah Anda mencoba berfokus pada hal-hal positif? Idealnya, 80 persen dari apa yang Anda katakan satu sama lain harus positif atau netral dan hanya 20 persen (hanya jika perlu) yang harus kritis. Jika Anda mulai menyuarakan hal-hal terkecil dengan nada mengeluh, Anda akan membuat diri Anda mendapat masalah, karena hal itu akan membuatnya menjauh, secara emosional.
Tidak ada empati di saat kesusahan
Jika pasangan Anda sedang mengalami masa sulit secara emosional karena tekanan pribadi atau profesional, dan Anda tidak bisa diajak bicara atau dimintai bantuan, apakah Anda bisa menyalahkannya karena merasa sedih? Anda dapat membenarkannya dengan berbagai alasan, seperti Anda memiliki masalah sendiri atau pekerjaan yang sangat sibuk, tetapi itu tidak akan cukup.
Menganggapnya biasa saja
Hal ini terjadi lebih sering daripada yang kita akui. Ketika Anda mencapai tingkat kenyamanan tertentu dalam hubungan Anda dengan satu sama lain, bisa saja Anda menganggap remeh satu sama lain. Hal ini dapat diterima jika dilakukan beberapa kali dan untuk masalah yang lebih kecil, tetapi menjadikannya kebiasaan adalah penyebab masalah tersebut.



Post Comment