7 Kebiasaan yang Membuat Anda Cemas Ini Mungkin Sebenarnya Merupakan Tanda Mereka Menyukai Anda
Menavigasi tanda-tanda halus ketertarikan romantis bisa terasa seperti mengartikan bahasa rahasia.
Mungkin Anda pernah melihat gebetan Anda memainkan lengan bajunya atau terbata-bata saat Anda ada di dekatnya. Dan sungguh lucu saat mereka melakukannya, sejujurnya! Namun, apakah ini berarti mereka menyukai Anda? Atau apakah mereka hanya sedikit cemas secara umum?
Kita semua pernah mengalaminya, dan kita semua pernah mencari pertanyaan-pertanyaan ini di Google sebelumnya. Kita bertanya-tanya apakah hal-hal kecil itu berarti sesuatu yang lebih besar, menganalisis ekspresi wajah seseorang secara berlebihan, merenungkan apakah penggunaan emoji mereka berarti mereka menyukai Anda.
Meskipun kebiasaan gugup bisa jadi petunjuk, kebiasaan itu juga sulit ditafsirkan. Jadi, mari kita uraikan dan cari tahu apakah kebiasaan gugup itu merupakan tanda fantasi Anda tentang orang ini bisa menjadi kenyataan.
Apa yang Menyebabkan Kebiasaan Gugup?
Kebiasaan gugup adalah perilaku kecil yang cenderung dilakukan orang tanpa menyadarinya—seperti gelisah , menghindari kontak mata , atau bergerak di tempat duduk. Itu hanyalah reaksi alami kita saat merasa tidak nyaman atau bersemangat.
Merasa gugup di dekat seseorang yang Anda sukai adalah hal yang wajar, kata Hannah Owens, LMSW , mantan dokter kesehatan mental dan editor di Verywell Mind. “Merasa tertarik secara romantis pada seseorang dapat menimbulkan kecemasan—Anda tidak tahu apakah mereka membalas perasaan Anda, dan Anda berfokus untuk membuat kesan pertama yang baik, yang dapat membuat Anda gugup,” kata Owens.
Kebiasaan gugup dalam suasana romantis mungkin berbeda dari kecemasan umum karena kebiasaan tersebut sering kali berpusat pada penampilan seseorang, kata Sabrina Romanoff, PsyD , seorang psikolog klinis. Misalnya, mereka mungkin dengan gugup membetulkan pakaian atau merapikan rambut mereka.
Namun, Romanoff menambahkan bahwa yang terpenting bukan hanya penampilan—seseorang yang tertarik pada Anda mungkin juga gagap atau gugup. “Ketertarikan fisik, ketertarikan , dan kegugupan karena berada di dekat orang yang Anda taksir dapat memperlambat kecepatan pemrosesan dan mengaburkan keterampilan pemecahan masalah dan berpikir analitis,” jelasnya.
Psikologi di Balik Kebiasaan Gugup dalam Suasana Romantis
Jadi, mengapa kita merasa gugup di dekat seseorang yang kita sukai? Jawabannya ada pada psikologi. Ketertarikan romantis menimbulkan kegembiraan dan kecemasan, sering kali karena rasa takut .
“Kecemasan romantis pada dasarnya adalah tentang kekhawatiran atau ketakutan akan ketertarikan yang tidak dibalas atau penolakan,” kata Romanoff. “Ketakutan fisiologis akan penolakan menyentuh kebutuhan utama kita untuk menjalin ikatan berpasangan. Penolakan terhadap ikatan sosial yang kuat ini di masa lalu akan menyebabkan ancaman terhadap kelangsungan hidup kita, itulah sebabnya keterikatan romantis dapat berdampak kuat pada kesejahteraan kita,” katanya.
Pada dasarnya, nenek moyang kita perlu mengamankan ikatan untuk bertahan hidup, dan meskipun taruhannya berbeda saat ini, penolakan masih terasa mengancam.
Saat kita tertarik pada seseorang, kita menjadi gugup: kita terlalu banyak berpikir , memantau diri sendiri, dan sering menyaring tindakan dan kata-kata kita untuk memastikan kita menampilkan versi terbaik dari diri kita. Perilaku ini sering kali terwujud sebagai kebiasaan gugup.
Kebiasaan Umum yang Membuat Anda Gugup yang Mungkin Berarti Mereka Menyukai Anda
Kebiasaan gugup bisa jadi merupakan tanda ketertarikan romantis. Namun, seperti apakah kebiasaan tersebut?
Berikut adalah beberapa contoh umum:
- Bermain-main dengan benda atau pakaian : Memperbaiki pakaiannya atau bermain dengan sesuatu di dekatnya bisa menjadi cara untuk menyalurkan energi gugup tersebut.
- Menyentuh wajah atau rambut : Mereka mungkin secara tidak sadar mencoba memastikan bahwa mereka terlihat baik.
- Wajah tersipu atau berkeringat : Ini adalah tanda-tanda klasik bahwa emosi sedang memuncak.
- Gagap atau tersendat-sendat dalam berbicara : Saat saraf mengambil alih, kata-kata mungkin tidak keluar semulus yang diinginkan.
- Tertawa karena gugup : Tertawa—bahkan saat tidak ada yang lucu—dapat menjadi cara untuk meredakan ketegangan.
- Menghindari atau mempertahankan kontak mata yang intens : Bergantung pada kepribadiannya, mereka mungkin menghindari kontak mata karena malu, atau menatap tajam untuk membangun hubungan yang lebih dalam.
- Berbicara lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya : Beberapa orang banyak bicara saat mereka cemas, sementara yang lain mungkin menghindari berbicara terlalu banyak karena mereka malu.
- Latar : Apakah Anda berada di tempat yang cenderung membuat orang merasa gugup? Makan malam formal atau keramaian dapat meningkatkan kecemasan siapa pun.
- Peristiwa dalam hidup : Apakah ada hal lain yang terjadi dalam hidup mereka yang mungkin menyebabkan stres? Tenggat waktu kerja atau masalah pribadi dapat menjelaskan kegelisahan mereka.
- Kepribadian : Beberapa orang secara alami lebih mudah cemas, jadi kebiasaan gugup mereka mungkin tidak ada hubungannya dengan perasaan romantis.



Post Comment