8 tips untuk mengekspresikan perasaan Anda dengan bebas dan jelas
Mengekspresikan perasaan bisa menjadi tantangan bagi banyak orang karena takut akan kerentanan atau alasan lainnya. Jika Anda merasa buntu, cobalah kiat-kiat berikut untuk mengekspresikan perasaan Anda.
Perasaan adalah respons emosional terhadap peristiwa internal atau eksternal. Dari kegembiraan dan cinta hingga kesedihan, ketakutan, kemarahan, dan frustrasi, perasaan mencakup berbagai macam pengalaman. Sementara emosi lebih otomatis dan biologis, perasaan adalah pengalaman sadar dari emosi tersebut. Perasaan bisa jadi rumit, dan karenanya, Anda mungkin terkadang kesulitan untuk mengungkapkan perasaan Anda. Namun, mengekspresikan diri penting untuk kesejahteraan emosional dan mental Anda. Hal itu juga dapat meningkatkan hubungan Anda dengan orang-orang yang Anda sayangi. Jika Anda mengalami kebuntuan, Anda dapat mencoba kiat-kiat ini untuk mengungkapkan perasaan Anda.
Mengapa sebagian orang merasa sulit mengungkapkan perasaannya?
Mengekspresikan perasaan bukanlah hal yang mudah bagi banyak orang. Hal ini dapat menjadi tantangan karena alasan-alasan berikut:
1. Asuhan
Orang-orang yang dibesarkan dalam lingkungan di mana perasaan tidak dibicarakan secara terbuka mungkin kesulitan untuk mengomunikasikan emosi mereka. “Jika emosi diabaikan atau dihukum di masa kanak-kanak, orang mungkin belajar untuk menekannya,” kata psikolog Pallavi Joshi .
2. Takut akan kerentanan
Berbagi perasaan, terutama perasaan yang rentan seperti kesedihan atau ketakutan, dapat membuat orang merasa terekspos. Banyak orang mungkin khawatir bahwa mengekspresikan emosi mereka dapat menyebabkan penghakiman, penolakan, atau rasa malu.
3. Kesulitan dalam mengidentifikasi emosi
Beberapa orang tidak terbiasa mengenali emosi mereka sendiri. “Kurangnya kesadaran emosional, yang juga dikenal sebagai alexithymia, dapat membuat sulit untuk mengungkapkan perasaan dengan kata-kata,” kata sang ahli.
4. Trauma dan penghindaran emosional
Mereka yang pernah mengalami trauma emosional atau fisik mungkin menghindari mengungkapkan perasaan mereka sebagai mekanisme pertahanan diri. Memendam emosi bisa terasa lebih aman daripada mengingat kembali kenangan yang menyakitkan.
5. Takut akan konflik
Beberapa orang menghindari mengungkapkan perasaan mereka untuk menghindari konflik. Mereka mungkin takut bahwa bersikap jujur tentang perasaan mereka akan menciptakan ketegangan dalam hubungan mereka, yang menyebabkan mereka lebih memilih untuk diam atau meremehkan perasaan mereka yang sebenarnya.
Mengapa penting untuk mengungkapkan perasaan Anda?
Berikut adalah beberapa alasan mengapa penting untuk berbagi perasaan Anda, alih-alih memendam emosi:
1. Manfaat kesehatan mental
Orang yang memendam perasaannya mungkin mengalami lebih banyak emosi negatif daripada emosi positif, menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders pada tahun 2012. Memendam emosi juga dapat menyebabkan kecemasan dan depresi. “Mengekspresikan perasaan memungkinkan orang memproses dan kemudian melepaskannya, yang mengarah pada keseimbangan emosional,” kata ahli tersebut.
2. Hubungan yang lebih baik
Komunikasi terbuka tentang perasaan dapat memperkuat hubungan Anda dengan pasangan. Dengan berbagi apa yang Anda rasakan, Anda dapat mencapai keintiman yang lebih dalam dengan pasangan, sebagaimana penelitian yang diterbitkan dalam Global Journal of Health Science pada tahun 2016.
3. Mengurangi stres
Memendam emosi, terutama yang negatif seperti marah atau sedih, dapat menimbulkan stres dan ketegangan. Mengekspresikan perasaan tersebut dapat membantu melepaskan tekanan dan mengurangi beban emosional pada Anda.
4. Pemahaman diri
Mengekspresikan perasaan dapat membantu Anda memahami diri sendiri dengan lebih baik. Saat Anda mengomunikasikan emosi, Anda menjernihkan pikiran, memungkinkan diri Anda untuk merenungkan akar permasalahan dan memperoleh wawasan tentang apa yang Anda butuhkan atau inginkan.
5. Mekanisme penanganan yang lebih sehat
“Orang yang tidak memiliki masalah dalam mengekspresikan perasaan mereka cenderung dapat menghadapi tantangan dalam hidup dengan cara yang lebih sehat,” kata Joshi. Ketika emosi diakui dan diekspresikan, emosi tersebut tidak akan memuncak hingga mencapai titik kehancuran emosional.
Bagaimana cara mengungkapkan perasaan?
Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mengungkapkan perasaan:
1. Bicaralah dengan seseorang yang Anda percaya
Berbicara dengan teman dekat atau anggota keluarga adalah salah satu cara paling langsung untuk mengungkapkan perasaan. Membagikan perasaan secara verbal memungkinkan Anda untuk mengutarakan apa yang sedang terjadi di dalam pikiran Anda, yang dapat melegakan. Hal ini juga memungkinkan validasi dan dukungan dari orang lain. “Kepercayaan adalah kunci di sini, karena kepercayaan memastikan bahwa orang yang Anda pilih untuk diajak bicara akan mendengarkan Anda tanpa menghakimi,” kata ahli tersebut.
2. Gunakan jurnal
Menulis jurnal dapat menjadi cara yang ampuh untuk mengekspresikan perasaan, terutama jika Anda merasa sulit untuk membicarakannya dengan orang lain. Dalam sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal JMIR Mental Health , para peneliti menemukan hubungan antara menulis jurnal dan penurunan tekanan mental serta peningkatan kesejahteraan. Menulis jurnal memungkinkan refleksi diri dan membantu orang untuk memproses emosi yang kompleks dengan kecepatan mereka sendiri. Tindakan menuliskan perasaan dapat membantu mengatur pikiran Anda, sehingga Anda lebih jernih.
3. Saluran kreatif
Jika Anda kesulitan mengekspresikan perasaan melalui kata-kata, cara-cara kreatif seperti menggambar, melukis, bermain musik, atau menari dapat menjadi terapi. Bentuk-bentuk ekspresi ini membantu melepaskan emosi tanpa perlu komunikasi verbal, menyediakan saluran untuk mengekspresikan apa yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.
4. Olahraga
Aktivitas fisik seperti berlari, berjalan, atau joging dapat membantu melepaskan emosi yang terpendam. “Olahraga dapat mengurangi stres dan melepaskan endorfin, yang dapat meningkatkan suasana hati,” kata sang ahli. Bagi sebagian orang, olahraga menjadi aktivitas meditasi yang membantu mereka memilah emosi dan memperoleh rasa tenang.
5. Menangis
Menangis itu menyehatkan . Menangis bukanlah tanda kelemahan, tetapi cara yang alami dan sehat untuk melepaskan emosi, terutama kesedihan atau frustrasi. Banyak orang merasa lega setelah menangis karena hal itu memungkinkan mereka melepaskan beban emosi yang selama ini terpendam.
6. Tetapkan batasan
Terkadang mengekspresikan perasaan melibatkan penetapan batasan dengan orang lain. Jika Anda merasa kewalahan atau terluka, menegaskan kebutuhan Anda dapat menjadi cara penting untuk melindungi kesejahteraan emosional Anda. Penetapan batasan melibatkan memberi tahu orang lain tentang perasaan Anda dan apa yang Anda butuhkan dari mereka dalam situasi tertentu.
7. Gunakan pernyataan “saya”
“Saat mengekspresikan perasaan, menggunakan pernyataan “saya” dapat membuat komunikasi lebih efektif dan tidak terlalu konfrontatif,” kata Joshi. Misalnya, mengatakan “Saya merasa sakit hati saat kamu tidak mendengarkan saya” lebih baik daripada “Kamu tidak pernah mendengarkan saya.” Pendekatan ini memperjelas bahwa Anda berbicara tentang pengalaman Anda sendiri dan bukan menyalahkan orang lain.
8. Carilah bantuan profesional
Terkadang sulit untuk mengendalikan emosi sendirian atau bahkan dengan bantuan orang yang Anda cintai. Terapis dan konselor dilatih untuk membantu orang mengeksplorasi dan mengekspresikan perasaan mereka dalam lingkungan yang aman. Bantuan profesional dapat memberikan strategi untuk mengekspresikan dan mengelola emosi secara lebih efektif.
Mengekspresikan perasaan Anda baik untuk kesehatan mental dan emosional Anda. Anda dapat berbicara, menulis, atau menggunakan cara-cara kreatif untuk mengekspresikan perasaan Anda. Lakukan hal tersebut untuk memahami diri Anda sendiri dengan lebih baik, mengurangi stres, dan meningkatkan hubungan.



Post Comment