Apakah Harapan yang Tak Terucapkan Membunuh Hubungan Anda

hubungan

Anda mungkin tidak menyadarinya, tapi tuntutan diam-diam ini bisa jadi merupakan penjahat sebenarnya dalam kisah hubungan Anda.

Jika Anda pernah mendapati diri Anda menunggu pasangan membaca pikiran Anda, Anda tidak sendirian! Banyak hubungan yang gagal karena beban apa yang tidak dikatakan. Baik itu mencari tahu siapa yang harus mengirim pesan terlebih dahulu atau mengharapkan mereka merencanakan kencan malam yang sempurna, harapan diam-diam ini perlahan dapat mengikis fondasi hubungan Anda. Hasilnya? Kesalahpahaman, kebencian, dan terkadang, putus cinta.

Namun, jangan khawatir—Anda bersama orang-orang yang baik! Kami mengobrol dengan pakar hubungan Shahzeen Shivdasani tentang bagaimana asumsi tersembunyi ini dapat menyebabkan masalah dan cara mengatasinya sebelum keadaan memburuk. Baca terus untuk mengetahui cara menjernihkan suasana dan mengembalikan hubungan Anda ke jalur yang benar.

Asumsi Berdasarkan Peran Gender

Di banyak rumah tangga India, peran gender tradisional masih dibedakan. Seorang wanita mungkin mengharapkan pasangannya untuk menangani semua keputusan keuangan sementara dia mengurus rumah. Jika harapan ini tidak dibicarakan saat hubungan menjadi lebih serius, kebencian dapat terbentuk seiring waktu karena kedua pasangan mungkin memiliki visi yang berbeda untuk hubungan tersebut. Memastikan bahwa kedua pasangan memiliki pandangan yang sama sejak awal sangatlah penting.

Kesenjangan Emosional

Ketika hasrat atau kebutuhan emosional tidak terucapkan dalam suatu hubungan, hal itu menciptakan jarak. Hal ini dapat melibatkan keinginan untuk lebih banyak keintiman fisik, menjadwalkan kencan malam secara teratur, atau bahkan mengurangi waktu menonton layar. Jika Anda menahan informasi ini dan mengharapkan pasangan Anda untuk mengetahuinya, hal itu akan menyebabkan frustrasi dan kekecewaan. Ingat, pasangan Anda bukanlah pembaca pikiran; mendiskusikan keinginan Anda adalah satu-satunya cara untuk tumbuh dan tetap terhubung.

Harapan Keluarga

Dalam budaya India, keluarga memainkan peran penting dalam hubungan yang serius. Harapan yang tidak terucapkan tentang peran yang akan Anda dan pasangan mainkan dalam keluarga masing-masing dapat menimbulkan kebencian dan kemarahan. Misalnya, jika seorang pacar mengharapkan pacarnya untuk lebih terlibat dengan keluarganya dengan menghadiri makan malam dan acara jalan-jalan tetapi tidak mengomunikasikan hal ini, harapan yang tidak terpenuhi dapat menyebabkan konflik. Dialog terbuka tentang peran keluarga sangat penting untuk menjaga keharmonisan di kedua belah pihak.

Komunikasi yang Efektif

Terakhir, penting untuk tidak hanya berkomunikasi tetapi juga memastikan bahwa komunikasi Anda efektif. Hindari terdengar menuduh atau mengomel pada pasangan Anda. Bersabarlah dan jelaskan kebutuhan Anda dengan dewasa. Jika mereka kesulitan untuk menanggapi dengan dewasa, itu masalah yang berbeda, tetapi tujuan Anda seharusnya adalah mengekspresikan diri Anda dengan cara yang tidak membuat mereka merasa diserang. Misalnya, gunakan pernyataan “saya” seperti “Saya akan menghargai lebih banyak bantuan untuk mencuci piring” alih-alih “Kamu tidak pernah membantu pekerjaan rumah.”

Hubungan adalah tarian yang kita lakukan bersama. Jadi selalu ingat, ini bukan hanya tentang mempelajari langkah-langkahnya—ini tentang bergerak selaras dengan pasangan Anda, bahkan saat musik berubah.

Post Comment