Memutus Siklus: Cara Berhenti Tergila-gila pada Gebetan Anda
Bersiaplah untuk membuat catatan! Berikut panduan ahli tentang cara berhenti berfantasi tentang gebetan Anda dan mulai menjalani hidup Anda.
Jatuh cinta memang bisa menjadi perjalanan emosi yang tak terduga, dengan pasang surut dan tikungan dan belokan yang tak terduga.
Awalnya, kegembiraan dan antisipasi untuk mengenal seseorang yang baru bisa menggembirakan, dan rasanya seperti segala sesuatu mungkin saja terjadi. Namun, saat Anda mengenal orang itu lebih baik dan perasaan Anda mulai mendalam, hal itu juga bisa menjadi lebih menegangkan dan tidak pasti. Selalu ada kemungkinan penolakan atau kekecewaan, dan itu bisa menakutkan. Namun seperti rollercoaster, terkadang sensasi perjalanan itu sepadan dengan risikonya. Bahkan jika hal-hal tidak berjalan baik dengan orang yang Anda sukai, pengalaman itu tetap bisa berharga dan membantu Anda tumbuh sebagai pribadi. Dan siapa tahu, mungkin perjalanan itu akan berakhir jauh lebih mulus dan lebih menyenangkan daripada yang Anda kira sebelumnya!
Namun, jika otak Anda berkata “Tidak mungkin!” saat membaca pernyataan itu, kami di sini untuk membantu. Terus gulir untuk mengetahui bagaimana Anda bisa berhenti terobsesi dengan orang yang Anda sukai untuk selamanya.
Pahami Mengapa Penting untuk Berhenti Menyukai Mereka
Mereka sudah punya pasangan. Mereka tidak menyukai orang lain. Anda sudah mengaku dan mereka tidak merasakan hal yang sama.
Mungkin sangat sulit untuk melepaskan perasaan terhadap seseorang yang Anda taksir. Namun, penting untuk menyadari bahwa terus memendam perasaan ini dapat menguras emosi dan merusak harga diri Anda. Jika Anda terus-menerus merindukan seseorang yang tidak tersedia atau tidak tertarik, Anda juga dapat kehilangan kesempatan untuk bertemu orang baru dan mengembangkan hubungan dengan orang-orang yang tertarik pada Anda.
Jaga Jarak
Meskipun mungkin tergoda untuk memeriksa akun media sosial gebetan Anda, tindakan tersebut sebenarnya dapat memperpanjang perasaan Anda dan mempersulit Anda untuk melupakannya. Lebih jauh lagi, media sosial sering kali menyajikan versi kehidupan orang-orang yang dikurasi dan diidealkan, yang dapat memudahkan Anda untuk membentuk ekspektasi yang tidak realistis atau menempatkan gebetan Anda di atas tumpuan. Hal ini dapat mempersulit Anda untuk melihat mereka sebagai manusia dan melupakan perasaan Anda.
Pada akhirnya, keputusan untuk memblokir gebetan Anda di media sosial adalah keputusan pribadi, dan apa yang berhasil untuk satu orang mungkin tidak berhasil untuk orang lain. Penting untuk mempertimbangkan konsekuensi yang mungkin terjadi dan mempertimbangkan strategi alternatif, seperti berhenti mengikuti atau menonaktifkan profil mereka.
Tetaplah Sibuk
Dan kami tidak bermaksud, cari pacar baru! Buat saja rencana dan bersikaplah proaktif tentang rencana tersebut. Punya buku yang tersimpan di TBR selama berbulan-bulan? Tidak ada waktu yang lebih baik untuk memulainya! Berusaha merencanakan perjalanan bersama teman-teman selama berbulan-bulan? Saatnya untuk mengeluarkannya dari grup obrolan!
Terlibat dalam aktivitas dan hobi yang Anda sukai dapat membantu mengalihkan pikiran Anda dari situasi tersebut dan memberikan jalan keluar yang positif untuk emosi Anda. Ini juga merupakan kesempatan yang bagus untuk berhubungan kembali dengan teman-teman, mendapatkan teman baru, dan membangun jaringan pendukung dari orang-orang yang menghargai dan menghargai Anda.
Terapkan Aturan ‘Mereka yang Tidak Boleh Disebutkan Namanya’
Mengomunikasikan perasaan Anda kepada teman-teman dan memberi tahu mereka bahwa Anda butuh waktu untuk memproses emosi dan melupakannya dapat membantu. Menetapkan batasan dan meminta teman-teman untuk tidak membahas mantan pacar Anda untuk sementara waktu juga tidak apa-apa. Tidak perlu lagi membahas setiap cerita yang mereka unggah di Instagram atau membahas dengan siapa mereka baru-baru ini terlihat jalan-jalan.



Post Comment