Tes Kesepian: Apakah Anda Merasa Kesepian?
Cari tahu apakah Anda membutuhkan lebih banyak koneksi sosial
Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Kita mendambakan hubungan dengan orang lain, dan kita membutuhkan hubungan ini untuk bertahan hidup dan berkembang. Ketika kita merasa kebutuhan kita untuk hubungan dan koneksi sosial tidak terpenuhi, kita merasa terisolasi dari kelompok atau kesepian, yang dapat berdampak signifikan pada kesehatan kita.
Untuk Siapa Kuis Kesepian Ini?
Kuis ini ditujukan bagi siapa saja yang merasa mungkin mengalami kesepian. Kuis ini dapat membantu Anda lebih memahami perasaan Anda dan menentukan apakah Anda dapat memperoleh manfaat dari mengambil langkah-langkah untuk membantu Anda merasa lebih terhubung dengan orang lain. Setiap pertanyaan terkait dengan pengalaman hidup yang umum terjadi saat mengalami perasaan kesepian .
Hal yang Perlu Diketahui Tentang Kesepian
Kesepian dapat digambarkan sebagai suatu perasaan atau kondisi. Kesepian lebih dari sekadar sendirian atau tanpa ditemani orang lain. Seseorang dapat dikelilingi oleh orang lain, bahkan teman dan keluarga, dan tetap merasa kesepian karena mereka merasa terputus hubungan atau merasa kebutuhan emosional mereka tidak terpenuhi.
Orang dapat mengalami kesepian di semua tahap kehidupan. Misalnya, orang dewasa yang lebih tua mungkin merasa kesepian jika mereka tidak lagi memiliki jaringan sosial seperti dulu atau jika mereka kehilangan pasangan selama bertahun-tahun. Remaja mungkin merasa kesepian jika mereka tidak memiliki jenis persahabatan di sekolah yang mereka inginkan.
Penelitian menunjukkan bahwa kesepian dapat berdampak negatif pada kesehatan. 1 Menanggapi kekhawatiran tentang kesepian di Amerika Serikat, Kepala Ahli Bedah AS Vivek Murthy mengeluarkan nasihat yang ditujukan pada solusi untuk membantu orang merasa lebih terhubung dengan masyarakat dan komunitas mereka. Dalam laporan setebal 81 halaman, Nasihat Kepala Ahli Bedah AS menyebut kesepian sebagai masalah kesehatan masyarakat dan mengutip data bahwa sekitar setengah dari orang dewasa AS melaporkan mengalami kesepian. Laporan tersebut juga mencakup temuan dari sebuah penelitian yang menyatakan bahwa ketika ditanya seberapa dekat secara emosional mereka dengan orang lain, kurang dari setengah (39%) orang dewasa AS mengatakan bahwa mereka merasa sangat terhubung dengan orang lain.
Penyebab Kesepian
Tidak ada penyebab tunggal dari rasa kesepian. Setiap orang merasakannya secara berbeda.
Salah satu alasan orang mengalami kesepian adalah karena hubungan sosial terputus. Hal ini dapat terjadi ketika orang pindah ke lokasi baru, mengalami kematian pasangan atau orang terkasih, terisolasi dari lingkungan sosial, atau merasa kehilangan hubungan dengan orang-orang di dekatnya.
Pada generasi muda, penggunaan media sosial telah menjadi salah satu faktor yang menyebabkan rasa kesepian. Sebuah survei oleh YouGov menemukan bahwa Generasi Milenial—generasi yang cenderung lebih banyak menggunakan media sosial—lebih cenderung merasa kesepian dibandingkan Generasi X dan Generasi Baby Boomer. 3 Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang menggunakan media sosial untuk menjaga hubungan merasa lebih kesepian dibandingkan orang yang menggunakan media sosial untuk alasan lain.
Kesepian vs. Kesendirian
Beberapa orang menikmati kesendirian atau waktu sendiri . Hal ini dapat memberikan ruang untuk merenung atau mengisi ulang energi dan baik untuk kesehatan mental Anda. Anda dapat menyendiri dan tidak merasa kesepian. Orang yang menyendiri tetapi tidak kesepian biasanya memilih untuk memiliki waktu sendiri ini.
Di sisi lain, Anda bisa mengalami kesepian di hadapan orang lain. Kesepian juga bukan sesuatu yang dipilih orang. Kesepian adalah perasaan ketika Anda tidak mendapatkan hubungan sosial yang Anda dambakan.
Risiko Kesehatan Akibat Kesepian
Kesepian berdampak pada kesehatan mental dan fisik. Penelitian menunjukkan bahwa kesepian merupakan faktor risiko potensial untuk demensia, penyakit jantung, dan stroke pada orang dewasa berusia 50 tahun ke atas. 5 Namun, risiko kesehatan akibat kesepian dapat memengaruhi orang-orang dari segala usia. Risiko ini meliputi:
Meningkatnya risiko penyalahgunaan zat
- Penyakit jantung dan stroke
- Depresi
- Kecemasan
- Meningkatnya risiko bunuh diri



Post Comment