Tolong! Saya dalam Pernikahan Tanpa Seks
Apa yang dibutuhkan untuk menyalakan kembali percikan itu
Bayangkan beberapa tahun pertama hubungan Anda. Semuanya terasa seperti mimpi, dan Anda tidak bisa melepaskan tangan Anda dari satu sama lain. Seiring berjalannya waktu, keintiman fisik yang Anda miliki dengan pasangan perlahan-lahan memudar—sedemikian rupa sehingga seks menjadi masalah besar yang tidak dapat Anda berdua atasi lagi.
Pernikahan tanpa seks adalah pernikahan di mana hanya ada sedikit atau tidak ada aktivitas seksual antara pasangan. Beberapa ahli menganggap pernikahan tanpa seks jika keintiman seksual tidak ada selama satu tahun atau lebih. Yang lain mendefinisikannya sebagai pernikahan di mana pasangan tidak melakukan hubungan seksual selama satu bulan. 1 Banyak pasangan yang menikah mengalami pola ini dengan membiarkan aspek fisik hubungan mereka mencapai titik jenuh, seperti selama beberapa tahun pertama pernikahan, yang umum terjadi, terutama jika anak-anak ikut hadir. 2
Jika kedua pasangan merasa nyaman dengan hubungan seperti ini, hal itu tidak perlu dikhawatirkan. Namun, sering kali, salah satu atau kedua pasangan menjadi frustrasi atau terluka karena hilangnya keintiman fisik dan seks. Dalam kasus ini, keintiman yang dulunya merupakan bagian dari hubungan tetapi tidak ada lagi menandakan masalah yang perlu ditangani. Apa pun itu, ada cara untuk mengatasinya baik bersama-sama maupun sendiri-sendiri, yang dimulai dengan mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya.
Alasan Umum untuk Pernikahan Tanpa Seks
Ada banyak kemungkinan alasan mengapa sebuah pernikahan bisa menjadi tanpa seks, termasuk segala hal mulai dari masalah kesehatan hingga faktor gaya hidup. Berikut ini ikhtisar beberapa alasan umum untuk pernikahan tanpa seks.
Masalah Kesehatan
Kesehatan fisik dan mental seseorang dapat berdampak besar pada libido dan hasrat mereka untuk keintiman fisik. Masalah kesehatan dan disabilitas juga dapat mengganggu proses fisiologis gairah pada kedua jenis kelamin.
Mengalami disfungsi seksual pada tingkat tertentu merupakan hal yang umum, yang memengaruhi sekitar 43% wanita dan 31% pria.3 Namun , jika masalah ini berlangsung lebih dari beberapa bulan atau menimbulkan masalah bagi Anda atau pasangan, sebaiknya konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan.
Libido yang Tidak Sesuai
Tidak semua orang menginginkan jumlah seks yang sama, dan dorongan seks memiliki pasang surut alami. Ketika hasrat pasangan untuk berhubungan seks tidak sesuai, mudah bagi mereka untuk menunggu untuk berhubungan seksual sampai kedua pasangan bergairah, yang jarang terjadi.
Ini merupakan masalah yang umum terjadi pada pasangan menurut Sexual Medicine Society of North America (SMSNA).4 Meskipun tidak selalu menjadi masalah, dorongan seks yang tidak cocok dapat menimbulkan perasaan penolakan bagi pasangan dengan libido tinggi dan perasaan bersalah atau kesal bagi pasangan dengan libido rendah .
Persalinan
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) melaporkan bahwa tidak ada waktu pasti kapan seseorang dapat berhubungan seks lagi setelah melahirkan, tetapi banyak penyedia layanan kesehatan menyarankan untuk menunggu setidaknya enam minggu.5 Beberapa orang mungkin lebih suka menunggu lebih lama.
Menghabiskan waktu pasca melahirkan tanpa berhubungan seks biasanya tidak dianggap sebagai “pernikahan tanpa seks” yang sesungguhnya. Namun, kesiapan mental dan emosional seseorang untuk berhubungan seks bergantung pada masing-masing individu.
Stres tambahan dalam mengasuh bayi, masalah citra tubuh, kelelahan, dan ketakutan untuk hamil lagi juga dapat memengaruhi libido setelah memiliki anak.
Menekankan
Stres yang berlebihan dapat merusak gairah seks Anda. Hormon stres kortisol berperan dalam proses ini. Ketika kadar kortisol meningkat, hormon seks menurun, yang pada akhirnya mengurangi hasrat Anda untuk berhubungan seks.
Selain alasan fisik mengapa stres menurunkan gairah seks , efek psikologis stres dapat membuat Anda merasa sangat lelah, lesu, dan cemas sehingga Anda tidak memiliki hasrat atau energi untuk berhubungan seks. Hal ini dapat menyebabkan pernikahan tanpa seks.
Masalah Komunikasi
Saat Anda berkonflik dengan pasangan, mungkin sulit untuk mempertahankan keintiman fisik. Anda bahkan mungkin tidak ingin berbicara dengan mereka, apalagi memiliki keinginan untuk terlibat dalam aktivitas seksual.
Komunikasi yang buruk tentang seks , secara umum, juga dapat menurunkan hasrat dan gairah seksual pada individu sekaligus memengaruhi tubuh secara fisiologis dalam hal pelumasan, orgasme, dan fungsi ereksi. Selain itu, efek ini secara keseluruhan cenderung lebih kuat pada individu yang sudah menikah dibandingkan mereka yang sedang berpacaran. 9
- Faktor-faktor yang berkontribusi
- Konflik dan argumen
- Perasaan negatif
- Perilaku hukuman atau agresif pasif
- Ketidaksetiaan
- Perebutan kekuasaan
- Kecanduan pornografi
- Antidepresan
- Antihistamin
- Obat kemoterapi
- Obat tekanan darah tinggi (termasuk diuretik)
- Obat hormonal
- Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
- Opiat
- Obat penyakit Parkinson
- Berusia 18 tahun
- Masalah citra tubuh
- Kebosanan
- Masalah keuangan
- Duka
- Kehilangan pekerjaan
- Kelelahan
- 1,7% pria yang sudah menikah dan 1,3% wanita yang sudah menikah melaporkan tidak melakukan hubungan seks selama tahun sebelumnya
- 5,2% pria yang sudah menikah dan 5,5% wanita yang sudah menikah melaporkan melakukan hubungan seks sekali atau dua kali dalam setahun
- 35,4% pria yang sudah menikah dan 29,5% wanita yang sudah menikah melaporkan melakukan hubungan seks satu hingga tiga kali per bulan
- 57,7% pria yang sudah menikah dan 60,9% wanita yang sudah menikah melaporkan melakukan hubungan seks seminggu sekali atau lebih
- Cobalah aktivitas baru bersama.
- Lakukan sesuatu yang fisik bersama-sama seperti berjalan-jalan.
- Jadwalkan liburan atau pelarian.
- Rencanakan liburan di rumah.
- Pergi pada malam kencan yang terjadwal.



Post Comment